"Hal ini sedang dibahas," katanya.
Selat Hormuz yang merupakan jalur transportasi energi penting secara efektif lumpuh karena ancaman dari Iran. Hal ini membuat harga minyak dan gas bergejolak.
Menurut laporan media, militer AS telah berulang kali menolak permintaan pengawalan di Selat Hormuz dari industri pelayaran. Setidaknya 16 kapal telah diserang di Teluk sejak perang pecah akhir bulan lalu. (Wahyu Dwi Angggoro)