"Setiap serangan terhadap Beirut akan memiliki konsekuensi yang serius dan akan menyebabkan dimulainya kembali perang terbuka. Angkatan bersenjata kami siap menyerang Israel jika mereka menyerang Beirut," katanya.
Dimediasi AS, Israel dan Lebanon setuju untuk memperpanjang gencatan senjata antara keduanya, meskipun kesepakatan ini tidak mencakup kelompok militan Hizbullah yang menjadi lawan utama negara zionis tersebut.
Berbeda dengan Iran, Presiden AS Donald Trump mengaku optimistis terhadap jalannya pembicaraan dengan Iran.
"Saya dengar negosiasi sebenarnya berjalan sangat baik," kata Trump.
"Itu bisa terjadi selama akhir pekan," kata Trump tentang potensi kesepakatan dengan Iran.
Trump juga mengatakan dia ingin memisahkan pembicaraan tentang konflik di Lebanon antara Israel dan Hizbullah dan pembicaraan tentang perang antara AS dan Iran, meskipun Teheran bersikeras keduanya terkait.
"Saya ingin memisahkannya, karena memang itu hal yang terpisah," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)