Meski demikian, pejabat AS itu menekankan pihaknya dapat melanjutkan serangan jika upaya diplomasi mengalami kebuntuan.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 60 hari bulan lalu. Namun, pertempuran kembali pecah awal bulan ini.
Keduanya berselisih tentang ineterpretasi isi kesepakatan damai terkait Selat Hormuz. Saat menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Turki baru-baru ini, Trump menyebut kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir. (Wahyu Dwi Anggoro)