sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AS Kucurkan Rp200 Triliun untuk Bangun Cadangan Logam Tanah Jarang

News editor Wahyu Dwi Anggoro
04/02/2026 16:56 WIB
Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengalokasikan USD12 miliar atau sekitar Rp200 triliun untuk menciptakan cadangan strategis unsur tanah jarang.
AS Kucurkan Rp200 Triliun untuk Bangun Cadangan Logam Tanah Jarang. (Foto: White House)
AS Kucurkan Rp200 Triliun untuk Bangun Cadangan Logam Tanah Jarang. (Foto: White House)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengalokasikan USD12 miliar atau sekitar Rp200 triliun untuk menciptakan cadangan strategis unsur tanah jarang.

Dilansir dari AP pada Rabu (4/12/2026), cadangan ini bertujuan untuk menangkal dominasi China di sektor unsur tanah jarang.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya Proyek Vault awal pekan ini. Mineral yang disimpan dalam cadangan tersebut akan membantu melindungi produsen mobil, elektronik, dan barang-barang lainnya di AS dari gangguan rantai pasokan.

Selama perundingan perdagangan tahun lalu yang dipicu oleh tarif Trump, China membatasi ekspor unsur tanah jarang yang dibutuhkan untuk mesin jet, sistem radar, kendaraan listrik, laptop, dan telepon.

“Kita tidak ingin mengalami apa yang kita alami setahun yang lalu,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

China menguasai sekitar 70 persen penambangan logam tanah jarang dunia dan 90 persen pengolahan logam tanah jarang global. Hal ini memberikannya kendali yang kuat di sektor tersebut.

Washington berupaya mencari sumber alternatif unsur-unsur tersebut. Cadangan ini mirip dengan cadangan nasional untuk minyak bumi yang sudah lama dimiliki AS.

Cadangan ini diperkirakan menjadi sorotan utama pertemuan tingkat menteri tentang mineral penting yang akan diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Washington pada Rabu.

Wakil Presiden JD Vance berencana untuk menyampaikan pidato utama pada pertemuan tersebut, yang rencananya akan dihadiri oleh pejabat dari puluhan negara Eropa, Afrika, dan Asia. Pertemuan tersebut juga diharapkan mencakup penandatanganan beberapa perjanjian bilateral. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement