sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Kemenkes Tetap Tingkatkan Pengawasan dan Skrining

News editor Mei Sada
20/05/2026 11:35 WIB
Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan pengawasan.
Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Kemenkes Tetap Tingkatkan Pengawasan dan Skrining. (Foto: NFID)
Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Kemenkes Tetap Tingkatkan Pengawasan dan Skrining. (Foto: NFID)

Penularan Ebola terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang telah terkontaminasi oleh manusia maupun hewan yang terinfeksi. Virus dapat masuk melalui kulit yang terluka maupun selaput lendir.

Gejala Ebola biasanya muncul mendadak dengan masa inkubasi 2–21 hari. Gejalanya seperti demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, lalu dapat berkembang menjadi muntah, diare, hingga perdarahan.

Untuk melindungi diri, masyarakat diminta memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat merasa kurang sehat, dan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.

Kemenkes juga mengimbau warga yang baru kembali dari negara terdampak seperti RD Kongo dan Uganda agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Terlebih jika mengalami demam atau perdarahan dalam waktu 21 hari setelah kepulangan. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement