BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Para nelayan dan operator jasa transportasi laut juga diminta untuk tidak memaksakan pelayaran di wilayah dengan gelombang tinggi.
Berikut dampak tidak langsung dari Bibit 91S meliputi:
Hujan Intensitas Lebat hingga Sangat Lebat: Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat: Wilayah Jawa Timur dan Bali.
Angin Kencang: Berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
"Masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk waspada karena keberadaan bibit siklon ini memicu peningkatan tinggi gelombang hingga 4 meter," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)