Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah perairan Indonesia bagian timur.
Hingga 1 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Sea) diperkirakan terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Kondisi gelombang tersebut berpotensi mempengaruhi aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, maupun transportasi laut yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," kata BMKG.
(Nur Ichsan Yuniarto)