"15 di antaranya untuk patroli dan 37 di antaranya untuk water bombing. Di 52 ini ada 30 di Kalimantan dan 22 ada di Sumatera," ujarnya.
Menurut Berton, jumlah armada yang diterjunkan bersifat dinamis dan dapat ditambah apabila ditemukan titik kebakaran yang membutuhkan penanganan. Sebaliknya, pesawat dapat dialihkan ke provinsi lain apabila kondisi di suatu wilayah mulai terkendali.
BNPB menyebut operasi penanganan karhutla dilakukan melalui jalur darat dan udara. Operasi darat saat ini masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
BNPB mengakui penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari cuaca kering dan hari tanpa hujan, keterbatasan sumber air, sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, hingga karakteristik lahan gambut yang membuat api mudah muncul kembali setelah dipadamkan. Selain itu, asap pekat juga kerap membatasi jarak pandang pilot sehingga menghambat operasi udara. (Wahyu Dwi Anggoro)