sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal

News editor Ari Sandita
20/02/2026 04:42 WIB
BNPB memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana  di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal (FOTO:iNews Media Group)
BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.

"Sesuai arahan Presiden untuk tetap memberikan langkah penanganan bencana dengan baik, terutama masa bulan puasa Ramadan. Kebutuhan dasar pengungsi harus segera dipenuhi," ujarnya melalui keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, BNPB memberikan sejumlah bantuan makanan dan peralatan yang dapat dimanfaatkan bagi para pengungsi dan pemerintah daerah setempat dalam melakukan upaya penanganan darurat bencana tanah bergerak. Selain itu, warga yang rumahnya rusak akan dibuatkan hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap).

Dia menerangkan, guna mempercepat pembangunan huntara di tengah keterbatasan lahan, diusulkan kepada pemerintah daerah opsi agar warga dapat menentukan secara mandiri lokasi huntara sesuai dengan kemauan warga.

"Dibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit. Huntara bisa dibangun mandiri, satu per satu per warga sehingga Kepala Desa diharapkan dapat menyiapkan lahannya," tuturnya.

Warga juga diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pengungsian, tinggal bersama di rumah kerabat atau mengontrak. 

"Akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga bagi warga yang memilih tidak menempati pos pengungsian hingga huntara selesai dibangun," kata Suharyanto.

Selain huntara, pemerintah juga sedang menyiapkan pembangunan huntap. Seperti halnya huntara, warga dapat memilih lokasi huntap terpusat atau mandiri, yang penting lokasinya terbebas dari risiko bencana dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan pemerintah.

Sebagai langkah dan antisipasi ke depannya, Kepala BNPB mengatakan akan bekerjasama lintas instansi untuk merelokasi warga yang ada di wilayah risiko bencana tanah bergerak.

"Huntap akan segera dibangun, bisa bersifat terpusat san mandiri. Jika ada warga yang ingin dibangunkan di luar Kabupaten Tegal pun tetap diizinkan. Salah satu solusinya harus relokasi, cari tempat baru yang aman dan relokasi. Tempat yang sudah terjadi bencana tanah bergerak dilakukan reboisasi dan tidak bisa ditempati manusia lagi," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement