"Kekuatan utama untuk memadamkan api itu ada pada Satgas Darat. Semakin besar pasukannya, kita akan jauh lebih siap sehingga hasil pemadaman harian di lapangan bisa jauh lebih maksimal," ujar Suharyanto.
BNPB juga meminta seluruh peralatan pemadaman yang tersedia segera dikerahkan ke lokasi. Hal ini mencakup armada tangki air, mesin pompa, hingga alat pelindung diri (APD).
"Saya minta tidak ada lagi peralatan yang tersimpan di gudang BPBD Provinsi maupun Kabupaten dan Kota. Keluarkan semua bantuan armada tangki dan peralatan lainnya ke lapangan. Mendingan alat-alat itu berada di lokasi pemadaman daripada hanya tersimpan di gudang. Kalau kurang BBM atau operasional air, segera lapor ke kami, BNPB siap mendukung penuh," tegasnya.
Selain penguatan personel dan sarana prasarana, BNPB menekankan pentingnya akurasi data karhutla. Data hotspot dari satelit harus dibedakan dengan firespot atau titik kebakaran yang telah diverifikasi di lapangan.
Berdasarkan pemantauan satelit Sipongi Kemenhut per 9 September 2026, akumulasi luas lahan terbakar di Kalsel mencapai 8.019,63 hektare.