Kemudian adanya seruakan dingin (Cold Surge) yakni masuknya massa udara dingin dari wilayah Asia ke wilayah Indonesia. Selain itu, adanya gelombang atmosfer yakni aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, kelembapan tinggi yakni kondisi udara yang sangat lembab di berbagai lapisan ketinggian. Ketidakstabilan atmosfer yang memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan pembawa hujan badai) secara masif di area Jabodetabek.
Daftar Wilayah Terdampak di Jabodetabek
BMKG membagi peringatan ini ke dalam dua periode waktu berdasarkan pergerakan cuaca:
Periode 17 - 19 Januari 2026
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang meliputi:
- Jakarta Utara
- Jakarta Timur
- Jakarta Barat
- Jakarta Pusat
- Kabupaten Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Bogor
- Kota Bogor
Periode 20 - 23 Januari 2026
Pada periode ini, potensi hujan lebat diperkirakan lebih terkonsentrasi di wilayah: