"Ini tentang apakah The Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi," kata Powell, dilansir dari AP pada Senin (12/1/2026).
"Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak seorang pun, tentu saja bukan ketua Federal Reserve, berada di atas hukum, tetapi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan," ujarnya.
Powell telah berulang kali dikritik oleh Trump karena tidak menurunkan suku bunga secepat yang diinginkan presiden. Pada paruh kedua 2025, Fed menurunkan suku bunga tiga kali.
Senator Carolina Utara Thom Tillis, seorang Republikan yang merupakan anggota Komite Perbankan Senat, mengatakan bahwa ia akan menentang pencalonan pengganti Powell oleh Trump, dan calon anggota Dewan Fed lainnya, sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan".
"Jika masih ada keraguan apakah para penasihat di dalam Pemerintahan Trump secara aktif mendorong untuk mengakhiri independensi Federal Reserve, sekarang seharusnya tidak ada lagi," kata Tillis dalam sebuah pernyataan.