"Sampai sejauh ini tidak ada perubahan tentang masalah biaya. Jadi memang amanat dari Pak Presiden Prabowo sendiri dan Pak Menteri Agus juga sudah menyampaikan, kita harus memisahkan bahwa paspor memang konsumsinya untuk rakyat. Jadi kami sangat hati-hati untuk memberikan biaya yang tinggi kepada masyarakat karena kita tidak ingin memberatkan masyarakat," katanya.
Dia menambahkan, paspor tersebut nantinya akan menggunakan bahan polikarbonat yang diproduksi dengan teknologi karya anak bangsa dan diklaim memiliki kualitas lebih baik dengan harga yang lebih kompetitif.
"Harganya jauh lebih murah, jauh lebih berkualitas. Tentunya dengan proses pengadaan yang transparan, harga paling murah, kualitas paling bagus, itu yang kita utamakan," katanya.
Menurutnya, semangat yang diusung Ditjen Imigrasi adalah mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pemerintah telah memberikan pembebasan biaya paspor bagi pekerja migran Indonesia yang baru pertama kali berangkat ke luar negeri.