Dia juga mengungkap bahwa insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk kasus di kawasan Sawah Besar pada Desember 2025 yang juga melibatkan kendaraan sejenis di perlintasan kereta.
“Artinya ada pola yang harus dievaluasi. Jangan sampai ini menjadi kelalaian sistemik dari perusahaan,” katanya.
Dia juga mendorong hasil investigasi nantinya tidak hanya berhenti pada penetapan pihak yang bersalah, tetapi juga menjadi dasar evaluasi menyeluruh.
"Evaluasi tersebut mencakup perilaku dan kepatuhan pengemudi di perlintasan, sistem pengawasan dan SOP perusahaan, serta aspek keselamatan di perlintasan sebidang," katanya.
Dia berharap langkah tegas dari aparat dan regulator dapat mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus meningkatkan disiplin dan keselamatan di sektor transportasi.
“Keselamatan publik harus jadi prioritas utama,” kata Sahroni.
(Nur Ichsan Yuniarto)