IDXChannel - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengimbau kepada pemerintah untuk cermat dalam menentukan jumlah dan pilihan hari dalam penerapan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS dan karyawan swasta. Dia meminta agar skema tersebut tak diberlakukan pada hari Jumat.
Diketahui, rencana penerapan sistem kerja WFH bagi ASN ini dilaksanakan dalam rangka melakukan efisiensi atau penghematan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak geopolitik yang terjadi belakangan ini.
Khozin menjelaskan, kebijakan WFH saat ini berbeda dengan kebijakan WFH saat Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan social distancing. Artinya, mobilitas warga saat ini berjalan normal seperti biasa.
"Karena itu, jumlah hari dan pilihan hari WFH mesti dimaksudkan untuk efisiensi penggunaan BBM. WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan," kata Khozin dalam pernyataannya, dikutip Jumat (27/3/2026).
Jika WFH diterapkan di hari Jumat, dia menuturkan, bukan tidak mungkin bisa dimanfaatkan untuk orang melakukan mobilitas yang jauh lebih tinggi dibanding hari biasanya. Sebab, hari Jumat berdekatan dengan hari libur akhir pekan.
"WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi long weekend karena berdekatan dengan akhir pekan. Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi," ujarnya.
(Dhera Arizona)