Dia mengakui terdapat disparitas kualitas pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, termasuk temuan makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Ke depan, pemerintah akan menata ulang program tersebut melalui tiga pilar utama, yakni standardisasi mutu gizi menu, kelayakan komoditas bahan pangan, serta ketepatan sasaran dengan memprioritaskan daerah dengan kerentanan gizi tinggi dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, mahasiswa dan perguruan tinggi juga akan dilibatkan secara resmi dalam pengawasan distribusi logistik serta edukasi gizi di lapangan.
Menutup diskusi tersebut, Dudung menegaskan seluruh masukan dari mahasiswa Universitas Brawijaya tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi semata.
"Seluruh pemikiran dan catatan kritis ini akan menjadi potret nyata aspirasi berkualitas yang dirumuskan di tingkat pembuat kebijakan tertinggi negara demi kemajuan ketahanan nasional," ujarnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)