Gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan masyarakat, intensitas V-VI MMI dirasakan di Kabupaten Manggarai, IV MMI di Kabupaten Nagekeo, III-IV MMI di Kabupaten Manggarai Barat, serta III MMI di Kabupaten Sikka.
Pada intensitas V-VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan warga terkejut dan berlari keluar rumah, sementara sejumlah kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak dapat terjadi.
Wijayanto menjelaskan gempa M5,8 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026.
“Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2,” katanya.
Dengan demikian, gempa M5,8 yang terjadi Kamis pagi menambah rangkaian aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung di wilayah Flores.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Wijayanto juga meminta masyarakat memastikan informasi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)