sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gempa Bumi M5,8 Kembali Guncang Flores NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

News editor Binti Mufarida
20/08/2026 07:28 WIB
BMKG mengatakan, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa Bumi M5,8 Kembali Guncang Flores NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Bumi M5,8 Kembali Guncang Flores NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

IDXChannel - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa terjadi pada Kamis (20/8/2026) pukul 05.45.20 WIB.

Gempa tersebut merupakan rangkaian susulan dari gempa M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa M5,8 tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT atau sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayantome mengatakan, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan masyarakat, intensitas V-VI MMI dirasakan di Kabupaten Manggarai, IV MMI di Kabupaten Nagekeo, III-IV MMI di Kabupaten Manggarai Barat, serta III MMI di Kabupaten Sikka.

Pada intensitas V-VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan warga terkejut dan berlari keluar rumah, sementara sejumlah kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak dapat terjadi.

Wijayanto menjelaskan gempa M5,8 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2,” katanya.

Dengan demikian, gempa M5,8 yang terjadi Kamis pagi menambah rangkaian aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung di wilayah Flores.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Wijayanto juga meminta masyarakat memastikan informasi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement