Raffi menyampaikan peluncuran program Nadi JKN merupakan bentuk keseriusan BPJS dalam menghadirkan layanan kesehatan. Melalui program ini, peserta dapat menabung sedikit demi sedikit setiap hari hingga mencukupi pembayaran iuran bulanan.
"Jadi teman-teman dari berbagai macam, salam juga untuk teman-teman dari Gojek, dari Grab, teman-teman semuanya, dari berbagai macam kalangan, semua kalangan harus sehat, tidak memandang apa pun pekerjaannya, apa pun profesinya, siapa pun ini bisa mencicil iuran ini dengan baik dan terencana," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkap sebayak 54 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus tidak aktif. Padahal bila peserta yang tidak aktif tersebut kembali membayar iuran, BPJS Kesehatan akan memperoleh tambahan dana sekitar Rp2 triliun setiap bulan.
"BPJS sekarang anggotanya sudah 285 juta jiwa, tetapi sayangnya sebesar 54 juta masih belum aktif atau tidak aktif, dan ini kalau kita bayangkan, yang 54 juta ini membayar, kita mendapatkan dana 2 triliun tiap bulan untuk mereka yang tidak aktif," kata Prihati.
Lebih lanjut, Prihati menjelaskan, program Nadi JKN dirancang untuk membantu masyarakat yang memiliki penghasilan harian, seperti pengemudi ojek online.