“Semua karyawan yang bekerja di bidang penyediaan layanan adalah pegawai negeri dan sepenuhnya siap untuk bekerja di bawah Komite Nasional untuk Administrasi Gaza,” kata Direktur Jenderal Kantor Pemerintah Hamas Ismail al-Thawabta selama konferensi pers di halaman Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah pada Senin.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Hamas membubarkan pemerintahannya di Gaza untuk menghindari perlucutan senjata.
“Selama Hamas mempertahankan senjatanya, pemerintah sipil mana pun tentu saja akan beroperasi sesuai arahan Hamas,” tulisnya di X.
Komite teknokrat, yang berbasis di Kairo, diketuai oleh Ali Shaath, seorang insinyur kelahiran Gaza dan mantan pejabat Otoritas Palestina. Komite tersebut memiliki mandat untuk memulihkan layanan penting dan mengawasi urusan sipil di bawah pengawasan PBB dan Dewan Perdamaian.
Sembilan bulan setelah gencatan senjata ditandatangani, negosiasi antara Israel dan Hamas sebagian besar masih buntu mengenai implementasi fase kedua, termasuk pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Gaza.