Selat ini menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Arab dengan Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini menuju laut lepas.
Jepang dan Korea Selatan termasuk yang paling rentan, masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak mereka dari Teluk. Kedua negara Asia Timur ini telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka.
Pada 8 Maret, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis. Keesokan harinya, Korea Selatan memperkenalkan batas harga maksimum untuk bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Di Asia Selatan, dampak perang lebih parah daripada di Asia Timur karena negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh memiliki dana yang jauh lebih tipis dan cadangan strategis yang lebih kecil. (Wahyu Dwi Anggoro)