sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ICC Unsoed 2026: Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital

News editor Mei Sada
06/05/2026 16:01 WIB
Mudahnya akses keuangan mulai dari pembayaran hingga pinjaman justru juga menjadi tantangan di era digital saat ini.
ICC Unsoed 2026: Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital (Foto: Mei Sada Sirait/iMG)
ICC Unsoed 2026: Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital (Foto: Mei Sada Sirait/iMG)

“Kalau berbasis kebutuhan, itu sehat. Tapi kalau berbasis keinginan, itu yang jadi pemicu konsumtifisme,” kata Tulus.

Selain perilaku konsumtif yang tak terduga karena kemudahan transaksi digital, Tulus juga menyoroti soal maraknya kasus pinjaman online ilegal yang menjerat generasi muda. Di mana berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok usia 19–30 tahun menjadi yang paling rentan terjebak pinjol ilegal.

“Banyak kasus dari pinjaman kecil, misalnya Rp500 ribu, bisa membengkak jadi puluhan juta bahkan ratusan juta karena bunga dan denda yang tidak terkontrol,” katanya.

Tulus mengingatkan pada para generasi muda khususnya mahasiswa, bahwa pinjaman ilegal seperti itu juga berisiko pada penyalahgunaan data pribadi. Karena dalam praktiknya, pinjol ilegal bisa memanfaatkan data seperti foto, video, hingga kontak di ponsel jika peminjam gagal membayar.

“Jaminannya itu bukan barang, tapi data pribadi kita. Ini yang sering tidak disadari,” kata Tulus.

Oleh karena itu, Tulus menilai edukasi fintech sangat penting karena banyak pengguna yang langsung menyetujui syarat dan ketentuan tanpa membaca atau bahkan memahami isinya. Padahal, menurutnya memahami detail layanan keuangan digital adalah langkah penting untuk menghindari risiko di kemudian hari.

“Kesadaran itu tidak turun dari langit. Harus dipelajari,” katanya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement