Dengan konsumsi domestik yang diperkirakan sekitar 31 juta ton pada 2026, kondisi tersebut dinilai mampu memberikan fondasi lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka ruang ekspor.
FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Indonesia juga menjadi salah satu produsen utama yang mampu mempertahankan tren peningkatan produksi di tengah dinamika pangan global.
Di sisi lain, pemerintah memastikan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Kecukupan stok dan stabilitas pangan tetap menjadi prioritas dalam kebijakan ekspor tersebut.
Saat ini, cadangan beras nasional berada di kisaran 5,2 juta ton dan diproyeksikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2027. Qodari menambahkan, ekspor juga tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian perdagangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.
“Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Qodari.