IDXChannel - Inggris memindahkan The Royal Navy Destroyer atau kapal perusak Kerajaan ke Timur Tengah sebagai bagian dari misi multinasional untuk melindungi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Langkah tersebut diambil di tengah ketegangan yang kembali meningkat dan mengancam gencatan senjata Amerika Serikat (AS) -Iran yang rapuh.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan HMS Dragon, kapal perusak Tipe 45 yang saat ini berada di Mediterania timur, akan ditempatkan terlebih dahulu untuk mendukung operasi keamanan maritim yang dipimpin Inggris dan Prancis setelah kondisi memungkinkan jalur aman melalui Selat Hormuz.
"Penempatan awal HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan yang bijaksana yang akan memastikan bahwa Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, untuk mengamankan selat tersebut, ketika kondisi memungkinkan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.
Pengerahan kapal itu terjadi ketika Washington menunggu tanggapan Teheran terhadap proposal gencatan senjata baru setelah bentrokan baru di dalam dan sekitar Hormuz memperketat diplomasi yang sudah rapuh.
Para pejabat AS mengatakan pasukan Iran dan Amerika saling baku tembak di dekat selat tersebut minggu ini, sementara Amerika Serikat menuduh Teheran mengganggu pelayaran dan menargetkan infrastruktur Teluk.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya mengharapkan balasan dari Iran "segera", meskipun kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu.
Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global, dan gangguan yang terus berlanjut telah meningkatkan kekhawatiran akan guncangan pasokan yang berkepanjangan dan eskalasi militer lebih lanjut di Teluk.
(Febrina Ratna Iskana)