Rivan menjelaskan, kondisi fisik pengemudi sangat memengaruhi keselamatan perjalanan, terutama pada masa mudik ketika banyak orang menempuh perjalanan jauh setelah sahur atau beraktivitas sejak dini hari.
"Artinya fisik pengemudi pun harus dijaga. Karena mungkin habis sahur, kan mesti kenyang sedikit ya, agak pengaruh pada ngantuk ya, microsleep seperti itu," tuturnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi selama arus mudik berkaitan dengan menurunnya fokus dan konsentrasi pengemudi. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan berkendara, pengaturan waktu istirahat, serta menjaga kondisi tubuh dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan.
"Dan terbukti bahwa kebanyakan dari accident selalu ngantuk. Nah, fokus, konsentrasi, penataan, kepatuhan, taat terhadap apa yang dilakukan itu penting berpengaruh. Bukan dampaknya saja," kata Rivan.
(kunthi fahmar sandy)