"Kerjasama dengan syarikah lebih pada pengamanan dan penggunaan data digital dari mulai persiapan prmberangkatan hingga pemulangan jamaah," lanjutnya.
Dengan sistem Satu Data Indonesia dan Satu Dashboard Nasional, Indonesia akan mampu memberikan pelayanan haji yang lebih bermartabat, aman, dan berkelas dunia bagi seluruh jamaah.
Rekomendasi itu disampaikannya pasca dia bersama tim Kementerian Haji, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta KJRI Jeddah melakukan pemantauan langsung ke dua syarikah pengelola data jamaah Indonesia tahun 2026, yaitu Raqeen Mashariq dan Al Bait Guests pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin.
Di Raqeen, rombongan melihat fakta sistem digital Saudi harus berjibaku dengan sistem konvesional Indonesia, yang mana Syarikah menyimpan fisik paspor di loker-loker yang harus dijaga bergantian dengan sistem pengarsipan yang tertata.
Sedangkan di Al Baits Guest, rombongan belajar tentang bagaimana Saudi mengintegrasikan tata kelola haji digital melalui prinsip Satu Data Saudi dengan Sistem Pemerintahan Digital Dashboard Nasional, sistem yang wajib dipatuhi juga pihak swasta, termasuk yang bergerak dalam bisnis haji, perusahaan wajib bersertifikat memenuhi kriteria keamanan siber.
Dia mengungkap, integrasi SISKOHAT dengan Platform Nusuk telah berhasil mewujudkan proses pemvisaan otomatis dan real-time serta mencatatkan rekor nol SPLP sepanjang sejarah haji Indonesia.