Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA mengirimkan surat bersama kepada IMO, memperingatkan kapal komersial dan kapal dagang untuk tidak terlibat dengan PGSA atau melintasi jalur menggunakan rute yang ditetapkan Iran. Surat tersebut didistribusikan oleh IMO.
AS dan Iran telah terlibat dalam kebuntuan terkait Selat Hormuz, yang dilalui seperlima perdagangan minyak dan gas dunia pada masa damai.
Iran secara efektif menutup jalur maritim penting tersebut pada awal perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sebulan kemudian, AS menanggapinya dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk. (Wahyu Dwi Anggoro)