sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Karhutla di Aceh dan Riau, Lebih dari 15 Ribu Hektare Lahan Terbakar

News editor Binti Mufarida
02/06/2026 13:15 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda wilayah Indonesia bagian barat, khususnya terpantau di Provinsi Aceh dan Riau.
Karhutla di Aceh dan Riau, Lebih dari 15 Ribu Hektare Lahan Terbakar. (Foto Istimewa)
Karhutla di Aceh dan Riau, Lebih dari 15 Ribu Hektare Lahan Terbakar. (Foto Istimewa)

"Hingga Senin (1/6/2026), tim pemadam api yang terdiri atas BPBD Kabupaten Aceh Barat, Damkar Kecamatan Woyla, dan personel TNI masih berupaya melakukan pemadaman api di Kecamatan Bubon. Sementara itu, api di Kecamatan Johan Pahlawan sudah padam total," kata Aam.

Selanjutnya, Aam mengatakan kebakaran hutan dan lahan selanjutnya dilaporkan dari Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pada Senin (1/6/2026) pukul 13.15 WIB, terjadi karhutla di Kampung Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam. 

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api yang menghanguskan 1 hektare lahan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bener Meriah dan armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Utama," katanya.

Menurut Aam, memasuki musim kemarau, karhutla juga terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Simpang 4 Rajawali, Kecamatan Ketol, pada Senin (1/6/2026). "Lahan terbakar seluas satu hektare dan api telah padam. Personel gabungan dari BPBD Aceh Tengah, Damkar, TNI, dan Polri terus berupaya melakukan pemantauan dan penanganan," kata dia.

Sementara itu, dari Provinsi Riau, salah satu provinsi prioritas karhutla, dilaporkan per Senin (1/6/2026), total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 mencapai 15.031,58 hektare.

Data Sipongi mencatat penambahan luasan lahan terbakar terjadi antara lain 5 hektare di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu; 44,4 hektare di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir; dan satu hektare di RT 03/RW 01, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi," katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement