IDXChannel - Kehadiran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sangat penting. Indonesia diyakini bisa memecah monopoli narasi Israel di panggung internasional.
Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, sikap skeptis yang berlebihan di dalam negeri justru berisiko memberikan kemenangan gratis bagi faksi sayap kanan Israel.
Khairul memperingatkan adanya bahaya linearitas kepentingan jika Indonesia memilih untuk mundur dari misi ini karena kekhawatiran akan jebakan politik.
Jika kursi Indonesia di Board of Peace kosong, maka kekuatan penyeimbang akan hilang, membiarkan Israel dan sekutu dekatnya mendominasi setiap keputusan di lapangan.
"Logikanya memang brutal, namun nyata,” kata Khairul, Senin (16/2/2026).
Garis keras sayap kanan Israel menolak TNI masuk karena ingin menguasai Gaza tanpa saksi mata. Sementara itu, kaum skeptis di Indonesia menolak karena khawatir dijebak.