"Termasuk aman dalam konteks bagaimana mereka dapat berekspresi, mengembangkan kreativitas sebagai bagian dari jaminan keamanan intelektual, keamanan spiritual, dan keamanan sosial, serta keamanan digital," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman dilakukan melalui pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif. Pendekatan tersebut mengedepankan prinsip edukatif dan pedagogis dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Mu'ti menambahkan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan implementasi PP Tunas, arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai budaya ASRI.
"Komitmen kita bersama untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari dukungan secara psikologis, secara mental, dan spiritual agar anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
(Nadya Kurnia)