sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenhub Investigasi Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Kalimantan Utara

News editor Ari Sandita
19/02/2026 17:14 WIB
Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan.
Kemenhub Investigasi Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Kalimantan Utara
Kemenhub Investigasi Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Kalimantan Utara

IDXChannel - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan investigasi jatuhnya pesawat Pelita Air di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

"Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang," kata Lukman F. Laisa, Kamis (19/2/2026).

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi," lanjutnya.

Dia menambahkan, pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494 ini dioperasikan oleh Pelita Air Service.

"Pesawat ini khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil," katanya.

"Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam," kata dia.

Pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).

Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut satu orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.

"Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement