Hal tersebut dilakukan karena kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan gempa bumi umumnya berfokus pada tindakan medis spesialis penanganan trauma fisik.
"Karena biasanya kalau gempa seperti ini yang dibutuhkan pertama kali adalah dokter bedah, dokter ortopedi, karena pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana," tutur dia.
Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin dalam keterangannya mengungkapkan bahwa identifikasi terkait masalah kesehatan, fasilitas sampai alat kesehatan dan kebutuhan obat-obatan rencananya bakal rampung oleh tim HEOC besok.
“Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat2an akan diselesaikan team HEOC besok. Agar bisa dipakai sebagai acuan team relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa,” kata Agus.
Berdasarkan data terakhir Kementerian Kesehatan, dari delapan wilayah yang terdampak ada sekitar 46 orang meninggal dunia, 36 orang luka berat dan 77 orang luka ringan.