sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA di 7 Provinsi Terdampak Karhutla, 40.363 Adalah Balita

News editor Danandaya Arya Putra
23/09/2026 10:03 WIB
Berdasarkan kategori usia yang dikelompokkan, 40.363 orang terdampak ISPA merupakan bayi di bawah lima tahun (balita).
Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA di 7 Provinsi Terdampak Karhutla, 40.363 Adalah Balita. (Foto:
Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA di 7 Provinsi Terdampak Karhutla, 40.363 Adalah Balita. (Foto:

IDXChannelKementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, beberapa telah dinyatakan sembuh.

"Kasus ISPA pada wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan ini, kita lihat ada 174.694 kasus dari Agustus sampai 21 September kemarin, dan untuk hari ini, ada 4.533, jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali," ucap Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan kategori usia yang dikelompokkan, 40.363 orang terdampak ISPA merupakan bayi di bawah lima tahun (balita).

"Ini untuk kita kategorikan untuk balita dan di atas balita. Untuk kasus balita itu ada sekitar 40.363 pasien atau kasus. Nah, ini semua terdampak dari data tujuh provinsi di 63 kabupaten/kota," sambungnya.

Selain ISPA, dampak asap karhutla juga bisa menyebabkan gejala batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan.

"Kemudian juga bisa menyebabkan iritasi mata seperti mata merah, gatal, dan perih akibat paparan asap; kemudian juga tentunya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, serta tekanan darah yang terutama meningkat pada lansia," jelasnya.

Dalam upaya mengendalikan dampak karhutla tahun ini, pihaknya terjun langsung melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko krisis kesehatan. Termasuk melakukan pemantauan penyakit yang ditimbulkan akibat karhutla.

"Melakukan surveilans kualitas udara; menerbitkan surat kewaspadaan, ya, untuk dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan agar menyiapkan fasilitas layanan kesehatan dan memberi edukasi kepada masyarakat," sambungnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement