"Kemudian juga bisa menyebabkan iritasi mata seperti mata merah, gatal, dan perih akibat paparan asap; kemudian juga tentunya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, serta tekanan darah yang terutama meningkat pada lansia," jelasnya.
Dalam upaya mengendalikan dampak karhutla tahun ini, pihaknya terjun langsung melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko krisis kesehatan. Termasuk melakukan pemantauan penyakit yang ditimbulkan akibat karhutla.
"Melakukan surveilans kualitas udara; menerbitkan surat kewaspadaan, ya, untuk dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan agar menyiapkan fasilitas layanan kesehatan dan memberi edukasi kepada masyarakat," sambungnya.
(Nadya Kurnia)