Di sisi lain, sebuah studi pada pekerja kantoran di Indonesia menunjukkan bahwa masih terdapat keraguan dalam penerimaan upaya perlindungan melalui vaksinasi dengue, dengan faktor biaya menjadi salah satu pertimbangan utama.
Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pemahaman, kepercayaan serta akses terhadap berbagai upaya pencegahan, guna memperkuat perlindungan pekerja dan kesiapsiagaan nasional terhadap dengue.
Prima mengungkap demam dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif dan lingkungan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Saat ini, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan,” tambahnya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengungkap tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi risiko penularan demam dengue apabila tidak dikelola secara optimal, sehingga diperlukan langkah-langkah yang sistematis dan terintegrasi dari pihak perusahaan.