Menurutnya, pelacakan kontak erat TBC di Jakarta masih memiliki tantangan. Khususnya karena banyak masyarakat memiliki aktivitas pekerjaan di luar rumah. Maka dari itu, perlu adanya strategi kolaboratif antara pemerintah pusat Puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah wilayah.
Apalagi, Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat eliminasi TBC.
“Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari Puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati mengungkapkan, dukungan dari Kemenkes bisa menjadi momentum percepatan untuk mencapai target pengendalian TBC di Jakarta.
Namun, upaya itu masih dihadapkan pada tantangan lain yaitu memperkuat pencegahan agar kasus TBC tidak terus muncul pada tahun-tahun berikutnya.