Gus Ipul mengatakan, dari penelusuran data tersebut, terdapat transaksi dengan nilai yang cukup besar. Bahkan, satu transaksi tercatat mencapai Rp2,6 miliar.
“Kalau untuk penerima bansos tadi ada nilainya berapa ya? Rata-rata itu cukup Rp4 juta lebih tadi rata-rata ya, nilai rata-ratanya berapa tadi itu? Rp4 juta lebih itu,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
“Yang tertinggi berapa? Jadi ada yang sampai Rp2,6 miliar yang tertinggi itu. Jumlahnya berapa? Rata-ratanya Rp1,9 juta,” tambah Gus Ipul.
Saat ditanyakan mengenai transaksi Rp2,6 miliar tersebut, asistennya menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh satu orang. “Yang 2,6 miliar satu orang,” kata asistennya.
Gus Ipul menyebut transaksi tersebut menjadi salah satu hal yang dianggap janggal sehingga pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap profil penerima bansos yang bersangkutan.