Melalui pendekatan tersebut, dana pembangunan dapat berputar langsung di tingkat desa. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur irigasi yang dibangun, sehingga mendorong pemeliharaan yang lebih berkelanjutan.
Seiring dengan perluasan program di tahun ini, Kementerian PU juga membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk mendukung pelaksanaan di lapangan. Keberadaan TPM dinilai krusial dalam memastikan program berjalan efektif di berbagai daerah.
TPM akan mendampingi kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi kegiatan.
Selain itu, TPM juga bertugas menjaga kualitas pekerjaan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan irigasi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
(Wahyu Dwi Anggoro)