Secara keseluruhan, total alat berat yang masih beroperasi di tiga provinsi mencapai 1.693 unit, dengan rincian 1.004 unit di Aceh, 346 unit di Sumatera Utara, dan 343 unit di Sumatera Barat. Alat berat tersebut digunakan untuk pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan akses jalan, serta normalisasi sungai di titik-titik rawan luapan.
Selain penanganan fisik, BNPB juga memfokuskan upaya pada pemulihan aktivitas ekonomi dan pendidikan. Pembersihan kawasan tidak hanya dilakukan di permukiman warga, tetapi juga di pasar dan pusat-pusat ekonomi, sehingga roda perekonomian mulai kembali berputar di sejumlah daerah, termasuk Aceh Tamiang.
Untuk sektor pendidikan, pembersihan fasilitas sekolah terus dilakukan agar dapat dimulai proses belajar mengajar semester genap. Meski masih ada sekolah yang sementara menggunakan tenda darurat, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para siswa untuk kembali mengikuti kegiatan belajar.
(Febrina Ratna Iskana)