Pihak Berwenang Tingkatkan Keamanan
Protes dimulai pada 28 Desember 2025 sebagai tanggapan terhadap kenaikan harga yang melonjak, sebelum kemudian berbalik melawan penguasa yang telah memerintah sejak Revolusi Islam 1979.
Pihak berwenang Iran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan dan menyerukan demonstrasi nasional. Sementara itu, arus informasi dari Iran terhambat oleh pemadaman internet sejak Kamis pekan lalu.
Televisi pemerintah menunjukkan puluhan kantong mayat di tanah di kantor koroner Teheran, mengatakan bahwa para korban tewas merupakan korban dari peristiwa yang disebabkan oleh teroris bersenjata, serta rekaman orang-orang yang berkumpul di luar Pusat Medis Forensik Kahrizak di Teheran menunggu untuk mengidentifikasi jenazah.
Tiga sumber Israel, yang hadir dalam konsultasi keamanan Israel selama akhir pekan, mengatakan Israel berada dalam keadaan siaga tinggi untuk kemungkinan intervensi AS.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan protes tersebut merupakan masalah internal Iran, tetapi militer Israel memantau perkembangan dan siap untuk merespons dengan kekuatan jika perlu.
Israel dan Iran terlibat perang selama 12 hari pada Juni tahun lalu, yang sempat diikuti oleh Amerika Serikat dengan menyerang instalasi nuklir utama. Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Israel dan pangkalan udara Amerika di Qatar.
(Febrina Ratna Iskana)