Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah: Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, 15 masjid telah pulih sepenuhnya.
"Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan salat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Kerinduan masyarakat untuk salat berjamaah kini terobati. Jamaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang bernama Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat," kata Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah. Dia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali hidup.
(Nur Ichsan Yuniarto)