Sebab dalam teknologi tersebut nantinya akan ada simulasi bagaimana LPS menutup bank-bank yang bermasalah, mengamankan aset bank, hingga melakukan langkah-langkah penyelamatan.
Melalui penggunaan teknologi virtual reality ini, LPS berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami pelaksanaan tugas dan fungsi LPS karena dikemas dengan sarana virtual reality yang modern dan mudah dipahami oleh masyarakat, karena selain dapat digunakan oleh pegawai LPS, modul ini pun ke depannya akan ditambah jumlahnya dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi LPS kepada masyarakat umum khususnya generasi muda.
Widya menambahkan, sejak 2019 LPS juga telah mengadakan lomba inovasi di internal lembaga yang diikuti oleh para karyawan. Perlombaan ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada karyawan untuk terus berinovasi dan berkembang.
Terlebih, lanjut Widya, LPS juga memiliki mandat baru berdasarkan Undang - Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang baru sebagai penjamin polis asuransi, yang dijadwalkan paling lambat berlaku pada awal 2028 mendatang.
"Kami berkejaran bagaimana learning center bisa mendapatkan atau mempercepat proses pembelajaran kepada teman-teman, tentunya dengan mandat yang baru, itu menjadi tantangan tersendiri," Tambahnya.