Walsh memperkirakan beberapa maskapai penerbangan akan gulung tikar, sementara sebagian lainnya akan diakuisisi oleh peaaing yang lebih besar.
Maskapai penerbangan juga diperkirakan akan melindungi margin keuntungan dengan memangkas rute yang tidak menguntungkan, sementara harga tiket, yang telah melonjak sejak pecahnya perang Iran, kemungkinan tidak akan turun dalam waktu dekat.
Meskipun demikian, tekanan tersebut tidak berarti berakhirnya model maskapai penerbangan berbiaya rendah.
“Saya tidak melihat bahwa model berbiaya rendah telah gagal, bahkan justru sebaliknya,” katanya, menyoroti kinerja Ryanair yang kuat di Eropa sebagai contoh. (Wahyu Dwi Anggoro)