Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific, menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada semua penerbangan bulan lalu sebesar 34 persen sebagai akibat dari konflik tersebut. Beberapa maskapai penerbangan lain, termasuk Air France-KLM, Air India, Qantas, dan SAS, telah menaikkan tarif mereka untuk mencerminkan kenaikan harga bahan bakar pesawat jet.
Para analis mengatakan bahwa, meskipun semua maskapai penerbangan melakukan lindung nilai sebagian biaya bahan bakar mereka, margin keuntungan mereka masih dapat terpengaruh.
Maskapai penerbangan China mengangkut sekitar 770 juta penumpang pada 2025, meningkat 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, lalu lintas penumpang internasional melonjak sebesar 21,6 persen. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)