"Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI ya membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka," kata dia.
Pada rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh pun menyampaikan perkembangan terbaru jika saat ini ada 17 desa yang lenyap. Bedasarkan data sebelumnya hanya terdapat 13 desa yang hilang.
"Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," ujar Tito.
(Dhera Arizona)