"Yang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa," kata dia.
Adapun, untuk provinsi Aceh penanganannya memiliki tantangan tersendiri. Di wilayah dataran tinggi, penanganan akan fokus pada penambahan stok logistik dan perbaikan akses jalan.
"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami sana," ujar Tito.
Sementara di wilayah dataran rendah, Tito menegaskan pembersihan lumpur dan pengerukan sungai menjadi fokus utama penanganan pasca bencana ini.
"Di lowland, dataran rendah kunci utamanya kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya udah dibersihin, sungainya udah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya," katanya.
(kunthi fahmar sandy)