sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan

News editor Danandaya Arya Putra
15/01/2026 19:55 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimistis Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan pulih sepenuhnya sebelum ramadan 2026.
Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan (FOTO:iNews Media Group)
Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimistis Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan pulih sepenuhnya sebelum ramadan 2026.

Dia pun menargetkan, tidak ada lagi pengungsi dan aktivitas akan berjalan normal sebelum ramadan. "Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal," kata Tito dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (15/1/2026).

Adapun fokus pemulihan di Sumbar pascabencana banjir dan longsor hanya pada perbaikan akses jalan dan penanganan pengungsi. "Kuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai," kata dia.

Sementara itu, untuk penanganan di Sumatera Utara, Tito menyebut wilayah terdampak yang parah berada di Desa Garoga, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. 

Dia menambahkan bahwa bantuan kepada warga yang rumahnya kategori rusak ringan dan sedang telah diberikan oleh pemerintah. Sementara, bagi warga yang rumahnya rusak berat, bisa pindah ke Hunian Sementara (Huntara). 

"Yang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa," kata dia.

Adapun, untuk provinsi Aceh penanganannya memiliki tantangan tersendiri. Di wilayah dataran tinggi, penanganan akan fokus pada penambahan stok logistik dan perbaikan akses jalan.

"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami sana," ujar Tito.

Sementara di wilayah dataran rendah, Tito menegaskan pembersihan lumpur dan pengerukan sungai menjadi fokus utama penanganan pasca bencana ini. 

"Di lowland, dataran rendah kunci utamanya kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya udah dibersihin, sungainya udah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement