"Suku Dayak enggak semua bertato, jadi sebenarnya enggak ada masalah, yang berminat kita belum tau. Nanti kita cari lagi, lah. Karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," pungkasnya.
Sebelumnya, Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar warga Dayak, khususnya yang bertato bisa mendaftar sebagai calon anggota TNI-Polri.
Diketahui, Presiden Prabowo menerima Panglima Jilah dan rombongan di Istana Kepresidenan Jakarta Dalam pertemuan tersebut, Presiden turut didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy mengatakan, salah satu yang dibahas mengenai aspirasi masyarakat Dayak yang ingin mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri.
“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” kata Seskab Teddy Sabtu (29/8/2026).