Saat ini, kata dia, pihaknya telah menerima penjelasan dari pemerintah daerah serta direksi KAI terkait kondisi di lapangan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
"Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai," katanya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa sejak 16 Januari hingga 19 Januari 2026 terdapat dua lokasi utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan.
"Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan. KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari," katanya.
Menurut dia, saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan dan 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan.
(Nur Ichsan Yuniarto)