Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa langkah konservatif ini mutlak diambil demi menjamin keselamatan penerbangan.
"Berdasarkan hasil dari VAAC tersebut, erupsinya pada ketinggian 50.000 feet sebetulnya sudah semakin menjauh menuju Samudera Hindia. Sedangkan abu vulkanis yang berada di 15.000 feet masih sedikit menyentuh wilayah Lampung, Banten, termasuk Jabodetabek, jelas AHY.
Abu vulkanik di ketinggian 15 ribu kaki tersebut terpantau bergerak dengan kecepatan 10 knot ke arah barat daya. Meski hasil pemeriksaan mandiri (paper test) di area landasan sejumlah bandara sudah menunjukkan hasil negatif, otoritas tetap menanti rujukan resmi internasional sebelum membuka kembali ruang udara.
Jeda waktu penutupan hingga tengah malam ini sekaligus dimanfaatkan oleh pengelola bandara untuk membersihkan runway, taxiway, dan apron. Pihak maskapai juga diwajibkan melakukan pembersihan menyeluruh pada armada pesawat untuk memastikan ruang mesin steril dari material abu vulkanik sebelum diizinkan terbang kembali.
Ribuan penerbangan dan ratusan ribu penumpang tercatat terdampak oleh kebijakan ini. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan otoritas bandara.
(Nur Ichsan Yuniarto)